...................................
salam....


Saya iseng2 bikin checkpoint sekeliling Cibeureum,ada 8 yg saya ambilfahmi43 wrote:Antena ajaib, ga usah repot bikin BiQuad bisa 5km lebih tuh antena bebek karetBZ123456 wrote:Koreksi pak GM, Fahmi mencetak rekor 5,3 km di layar goggle saya yang tetep solid walo pake rx murah dari cina dengan antena ekor monyet standar.
@ blur: betul blur, gua akhirnya ngelirik uhf juga...tapi yang compatible sama asongan cuma tslrs...out of stock.....sabar menanti....




BZ123456 wrote:Pak iwan, jika dilihat secara visual di video yang fahmi buat, pesawat fahmi kemarin ada di pojok kiri bawah peta yang pak iwan perlihatkan.....


iwan21 wrote:Saya iseng2 bikin checkpoint sekeliling Cibeureum,ada 8 yg saya ambilfahmi43 wrote:Antena ajaib, ga usah repot bikin BiQuad bisa 5km lebih tuh antena bebek karetBZ123456 wrote:Koreksi pak GM, Fahmi mencetak rekor 5,3 km di layar goggle saya yang tetep solid walo pake rx murah dari cina dengan antena ekor monyet standar.
@ blur: betul blur, gua akhirnya ngelirik uhf juga...tapi yang compatible sama asongan cuma tslrs...out of stock.....sabar menanti....
urut nomer sesuai di gb diatas :
( kita kalau terbang berdiri menghadap keselatan, jadi arah selatan = jam 0/12 nya)
1. arah jam 2, rumah saya (Graha Harapan ), 2km
2. arah jam 4, MGT, 2km
3. arah jam 5, Pintu tol Bekasi Timur, 5 km
4. arah jam 6, pasar/stasiun kereta Tambun, 4.2 km
5. arah jam 6, pintu tol Grand Wisata, 3 km
6. arah jam 8, pintu tol Cibitung , 4.8 km
7. arah jam 9, Kawasan Indsutri MM2100, 4.3 km
8. arah jam 11, rumah pak Agus Nugroho ( Mustika Media Setu) 3.3 km
Jadi kalo terbang 5,3 km, jarak LOS nya dah lewat dari Pintu tol BEkasi Timur, itu udah diatas Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur

harusnya 900mhz lebih jauh lagi dari yang 1,2ghz mungkin powernya musti di booster jadi 1000mW atau krodit banget karena frekuensi ini harusnya gak boleh dipakai karena interferen dgn frekuensi telepon mobile, tapi coba dirubah2 channelnya pak..bisa juga kontur daerahnya sudah banyak bangunan disana, kalo yang 5,8 keknya cocok di perkotaan karena bw gede tapi jarak pendek tapi ini juga frekuensi publik dipakai buat wlan dan remote lumayan interferensinya, dan sepertinya yang paling ok difrekuensi 1,2 ghzBZ123456 wrote:@ jackflyer: ini mungkin saya gak bisa jawab dengan bener deh....tergantung lingkungan. Saya pake 900 MHz, tapi gak pernah tembus 700 m. Tapi yang 1,2 gig bisa tembus 5 km+, dan anehnya yang 5,8 balik lagi di kisaran 2-3 km. Ini tentu saja power berpengaruh, tapi sekedar informasi....power 900 dalam cerita ini 500 mWatt, yang 1.2 gig 400 mWatt, yang 5.8 di 500mWatt. Jadi kontur dan lingkungan pastinya mempunyai pengaruh besar.
Di jakarta, saya dengan 900 MHz mati kutu karena jaringan telepon....tapi mungkin di daerah ini jauh lebih perkasa di banding yang lain.
Dan masalah power sebetulnya ini pedang bermata dua. Dengan power tinggi, harmonic frek yang ditimbulkan bisa mengganggu elektronic di dalam pesawat, kan gak lucu pesawat dengan video link solid tapi gak pernah jauh karena interference menyebabkan RTH triggered.
Ramuan yang tepat mau gak mau adalah trial n error dan menyesuaikan dengan lingkungan.
Bagaimana dengan pendapat para dukun yang lain? Saya tidak ahli dalam bidang beginian, tapi ini berdasar pengalaman dan apa yang saya baca.
Dan mengenai biaya...sulit menjelaskannya, karena ada unsur trial dan error...setting fahmi, pak eko, pak wawan, belum tentu tepat dan dapat digunakan di lingkungan lain


Amieeen. banyak bgt faktor yg berpengaruh. jadi ga bisa langsung judge, saya aja bisa tembus 5km, perlu waktu 3 bulan cari2 setingan yang cocok di raptor.BZ123456 wrote:@ jackflyer: ini mungkin saya gak bisa jawab dengan bener deh....tergantung lingkungan. Saya pake 900 MHz, tapi gak pernah tembus 700 m. Tapi yang 1,2 gig bisa tembus 5 km+, dan anehnya yang 5,8 balik lagi di kisaran 2-3 km. Ini tentu saja power berpengaruh, tapi sekedar informasi....power 900 dalam cerita ini 500 mWatt, yang 1.2 gig 400 mWatt, yang 5.8 di 500mWatt. Jadi kontur dan lingkungan pastinya mempunyai pengaruh besar.
Di jakarta, saya dengan 900 MHz mati kutu karena jaringan telepon....tapi mungkin di daerah ini jauh lebih perkasa di banding yang lain.
Dan masalah power sebetulnya ini pedang bermata dua. Dengan power tinggi, harmonic frek yang ditimbulkan bisa mengganggu elektronic di dalam pesawat, kan gak lucu pesawat dengan video link solid tapi gak pernah jauh karena interference menyebabkan RTH triggered.
Ramuan yang tepat mau gak mau adalah trial n error dan menyesuaikan dengan lingkungan.
Bagaimana dengan pendapat para dukun yang lain? Saya tidak ahli dalam bidang beginian, tapi ini berdasar pengalaman dan apa yang saya baca.
Dan mengenai biaya...sulit menjelaskannya, karena ada unsur trial dan error...setting fahmi, pak eko, pak wawan, belum tentu tepat dan dapat digunakan di lingkungan lain