Mas Annas,
Saya belum perna menggunakan 'telunjuk' dan 'jempol' secara realnya, karena saya merasakan respon syaraf hanya sampai dengan 'jempol' saja...namun saya sempat iseng juga utk sekedar mencari tahu soal 'feeling' dengan menggunakan 'telunjuk' dan 'jempol'....dengan menggunakan Transmitter ini, saya akui, cukup merepotkan,...karena ukuran JR DSX 11 lebih tinggi
Perkiraan saya sebagai salah satu solusi adalah :
1. menggunakan neck-strap, karena saat Tx ini saya gantung, ternyata memiliki CG yang sangat ballance, berbeda sekali dengan DX7 Spektrum milik saya.
2. mungkin, ato bisa jadi feature dari 'flight mode delay' bisa diandalkan, karena rentang delay time saat perpindahan antara satu flight mode ke flight mode yang lain, dapat diatur sesuai dengan rentang waktu perpindahan jari ke masing2 toggle switch, yang mana masing2 toggle switch pun dapat kita ganti2 fungsinya sesuai selera (assignable).
Tapi ya balik lagi ke soal selera dalam memilih sebuah transmitter, semua asumsi saya ini hanyalah sebatas review sebagai pengguna semata dan tidak bermaksud untuk mempengaruhi siapapun untuk memilih Transmitter ini . Saya yakin, ada "down-side" dari transmitter ini, telah saya sebutkan sebelumnya, termasuk paradigma JR Propo yang sengaja tidak menjelaskan secara "straight to the point" mengenai JR DSX 11 dan JR 11X Zero, terutama simpang siurnya sistem 2.4 GHz yang digunakan oleh masing2 versi.
Jadi ya pilihan tetap kembali kepada selera Mas Annas sendiri..
