berikut foto nya ->




justinus wrote:Kalau lihat dari fotonya memang untuk pemula. Selamat mencoba.



Iya , kadang di gramedia ada, lebih bagus lagi pakai tisue jepang, warna lebih putih dan serat lebih kuat.stealth wrote:1. Ok nanti saya coba pakai kertas singkong, yang suka ada di gramedia itu kan ya..
ooo, cross grain itu bukan pemberat, tapi supaya ujung2 sayap gak pecah dan juga bikin kaku karena ada serat yg melintangstealth wrote:2. Berikut saya attach gambarnya (no1), diujung luar tailplane di pisah, dengan keterangan cross-grain tip? atau saya sambung saja ya supaya lebih mudah?
rudder dipotong terpisah supaya gampang setting offset buat beloknya, biasanya sih dilem mati setelah dibikin belok dikit supaya pesawatnya bisa keliling2stealth wrote:3. Digambar no 2, itu ada keterangan rudder dipisah, bisa dilihat dari cuttingan part, dan disambung pakai kawat? maksudnya dibiarkan mengambang? atau lebih aman disambung juga?
thanks

Rudder tidak di lem mati, tetapi dipasang dengan kawat, (biasanya kawat yang dililit benang). Tujuan pemasangan dengan kawat adalah supaya sudut beloknya bisa ditekuk sesuai kebutuhan.stealth wrote: 3. Digambar no 2, itu ada keterangan rudder dipisah, bisa dilihat dari cuttingan part, dan disambung pakai kawat? maksudnya dibiarkan mengambang? atau lebih aman disambung juga?
thanks

justinus wrote:
Rudder tidak di lem mati, tetapi dipasang dengan kawat, (biasanya kawat yang dililit benang). Tujuan pemasangan dengan kawat adalah supaya sudut beloknya bisa ditekuk sesuai kebutuhan.
